A Blog From Indonesia's Finest Photo Frame Webstore

Travel Ideas

Eksotisme Raja Ampat

June 3, 2013 by admin in Travel & Photo Hunting with 0 Comments

Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan ini, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”.

We are the one(1)

Ibarat surga kecil yang jatuh di bumi. Keindahan lautnya yang jernih dengan ribuan ikan di terumbu karang dapat dengan mudah dinikmati dari atas kapal, menjadi impian banyak orang untuk bisa pesiar di salah satu provinsi terujung di ujung Timur Indonesia.

Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat biasa disebut ”kepala burung” memiliki luas wilayah 46.108 kilometer persegi, dan hampir 80 persen di antaranya laut. Panjang pantainya mencapai 4.860 kilometer. Namun, penghuninya hanya sekitar 60.000 jiwa di 35 pulau dari 610 pulau yang ada. Penduduknya tersebar di 98 desa dan 17 distrik. Penduduk lokalnya terdiri atas 10 suku yang memiliki mata pencarian utama sebagai nelayan.

IMG-20130602-WA000

Dalam perjalanan dengan kapal cepat selama 2 jam dari Sorong ke Pelabuhan Waisai di Raja Ampat, mata sudah dimanjakan dengan pemandangan laut nan biru dan jerih. Pemandangannya semakin menakjubkan begitu memasuki wilayah Raja Ampat. Meski suhu udara rata-rata 45 derajat celsius, bukan alasan untuk tidak menjajal obyek wisata kabupaten yang dikelilingi gugusan pulau karang ini.

Siapapun yang datang ke Raja Ampat pun bukan sembarangan. Sebab, mereka harus mau merogoh kocek tak kurang dari Rp 20 juta per orang. Itu kompensasi untuk keindahan yang dilihat sembari berenang dan menyelam di beberapa kawasan, serta mengunjungi pulau-pulau nan indah itu. Perjalanan dari satu pulau ke pulau lain dengan kapal kecil cepat minimal 3 jam untuk sampai di Pulau Wayag. Pulau ini merupakan salah satu tujuan wisata yang menjadi primadona di kawasan Raja Ampat.

IMG-20130602-WA001

Ongkos ”cuci mata” melihat pemandangan keindahan Raja Ampat di antaranya untuk kapal yang digunakan untuk melintasi gugusan pulau berbagai bentuk, pasir putih, dan hutan termasuk goa di dalam laut yang sangat terpancar keelokannya.

Biaya berkunjung ke daerah ini lebih mahal dibandingkan ke tempat lain termasuk di Eropa. Dengan menyewa sebuah kapal cepat berpenumpang enam orang, turis bisa menikmati keindahan Raja Ampat seperti di Waigeo, menyelam di Waiwo dan Missol, mengunjungi Desa Wisata Sawingrai untuk melihat burung cenderawasih, dan Pianemo, sebuah gugusan pulau kecil di Raja Ampat.

IMG-20130602-WA003

Menapaki keindahan di Bumi Cenderawasih itu memang tidak hanya menyelam atau berenang meski keindahan dan pesona Raja Ampat di dominasi hamparan terumbu karang dan biota bawah laut, pantai berpasir putih, gugusan pulau-pulau kecil yang cantik, dan hutan yang masih perawan.

Jika ingin menikmati suasana pedesaan di Raja Ampat, bisa menginap atau sekadar mampir di Desa Sawing Rai di Pulau Sawing Rai, sekitar dua jam perjalanan dari Waisai. Pengunjung biasanya bisa memberi makan ikan berupa adonan sagu sehingga berbagai jenis ikan akan menyerbu. Selanjutnya pengunjung bisa melihat lebih dekat burung cenderawasih dengan mendaki Bukit Manjai, Sawing Rai, selama 30 menit.

IMG-20130602-WA005

Puluhan burung cenderawasih merah, belah rotan, kecil, dan cenderawasih besar akan tampak hinggap di pohon setinggi 2 meter. Namun, untuk bisa melihat burung cenderawasih, ada waktu tertentu terutama pada cuaca cerah.

Menginjakkan kaki di Raja Ampat, agaknya impian banyak orang. Memang biaya bukan kendala jika tekad sudah bulat untuk menikmati keelokan laut serta pemandangan di kawasan itu. Namun paling utama, sebelum melancong ke Raja Ampat, sebaiknya mengukur tenaga. Baik menyelam maupun mendaki bukit karang, jelas membutuhkan kekuatan fisik. Sebab ketika berada di puncak Wayag, tidak ada tempat untuk duduk atau berdiri berlama-lama.

IMG-20130602-WA007

Untuk melancong ke Raja Ampat, waktu paling ideal adalah September-Mei meskipun cuaca panas. Adapun Juni-Agustus, terjadi angin kencang sehingga ketinggian ombak bisa mencapai 4 meter.

Arus kunjungan wisatawan yang datang ke Raja Ampat hingga kini tercatat masih didominasi turis mancanegara. Rombongan turis asing menggunakan kapal pesiar, umumnya betah tinggal di kawasan wisata laut dan hutan itu. Jadi, jika ingin piknik ke Raja Ampat, tak cukup berkantong tebal, tetapi memiliki jiwa petualang. Paling utamanya, jangan meninggalkan sampah di kawasan surga kecil di bumi itu agar keelokannya tetap abadi.

Keindahan dan pesona Raja Ampat sangat tidak ternilai harganya. Raja Ampat layak menyandang gelar sebagai surganya pariwisata dunia, karena ada banyak terumbu karang dan biota bawah laut, pantai berpasir putih, gugusan pulau-pulau kecil yang cantik, dan hutan yang masih perawan.

Dari berbagai sumber

Tagged , ,

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

  • Plastic Photo Frame 270-070-3S (Moskow) 16×20 Silver w/ 12×16 op. single
  • Plastic Photo Frame Pinwheel L White w/ (6)5×3.5 op. frame
  • Glass Photo Frame, Family, w/ 6×4, (3)2×2
  • Plastic Photo Frame H-5 5×3.5 Copper
  • Plastic Photo Frame LX524 Bronze w/ (4)2.2×2.5 op. frame
INNO Counter
  • Counter INNO Mall Of Indonesia
  • Counter Inno Gramedia Pusat Depok
  • Counter INNO Gramedia Teras Kota Tangerang
  • Counter INNO Gramedia Slamet Riyadi Surakarta
  • Counter INNO Bengkulu Mega Mall
  • Counter INNO Di Kota Yogyakarta
  • Counter Innofoto Gramedia Merdeka Bandung
  • Counter INNOFOTO  Ayani Megamall Pontianak
  • Counter INNOFOTO Mal Bali Galeria
  • Counter Innofoto Gramedia Ambon Plaza
Iklan slide new
Visitor Comments
kebun hidroponik jirifarm
Innofoto web